Saat ini kita telah memasuki dunia digital, segala hal memungkinkan dapat dikendalikan dari segala tempat melalui jaringan internet dengan perangkat gadget / smartphone. Hal itu semakin memudahkan mobilitas manusia dalam berkegiatan sehari - hari termasuk dalam dunia bisnis khususnya dalam bidang ekonomi kreatif, sehingga fenomena ini semakin mengukuhkan dunia menuju arah ekonomi digital. Misalnya secara sederhana kita mengenal email, penggunaan website, aplikasi, pengelolaan produk secara online, serta transaksi online.

Peluang yang begitu menantang ini, telah mengantarkan Indonesia ke pintu persaingan ekonomi. Tentunya sudah tak bisa dielakan, ketika setiap produk-produk lokal yang ada diseluruh wilayah Indonesia harus mampu bersaing di tingkat global. Agar produk yang dihasilkan masyarakat memiliki daya saing, tentunya hal ini menjadi bagian penting, bahwa pasar online menjadi solusi guna memudahkan dan memperkenalkan produk kreatif mereka kepada konsumen baik Nasional maupun dalam kancah Internasional.

Berbagai negara mulai mencanangkan untuk fokus menggarap potensi pada ekonomi digital, salah satunya juga dilakukan oleh Indonesia. Pemerintah sendiri telah mencanangkan target pada 2020, nilai bisnis ekonomi digital Indonesia mencapai USD 130 miliar atau setara Rp 1.730 triliun. Terlebih, survei APJII pada 2016 yang mengungkapkan pengguna internet Indonesia ada 132,7 juta akan terus mengalami peningkatan seiring masih banyaknya masyarakat dan daerah yang akan dipenuhi kebutuhan layanan internetnya.

Salah satu program pemerintah RI adalah melalui Palapa Ring (jaringan serat optic nasional) dan peluncuran satelit yang rencananya akan diluncurkan pada tahun 2019, yang nantinya akan melayani kebutuhan internet cepat diseluruh daerah di Indonesia.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Google dan Temasek, bahwa Asia Tenggara memiliki potensi pasar online yang sangat luar biasa besar untuk bisnis mendatang. Laporan tersebut menyebutkan pasar online di Asia Tenggara mencapai USD 200 miliar atau 2.647 triliun di tahun 2025.

Sejumlah agenda menggarap potensi ekonomi digital dilakukan pemerintah, terutama dari sisi regulasi, misalnya Kementerian Koordinator Perekonomian mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 14 soal e-commerce dan melahirkan startup lewat Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital yang digalakkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan bekerjasama pihak terkait.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Indosat Ooredoo adalah operator telekomunikasi terlengkap yang mempunyai solusi unggulan yaituIndosat Ooredoo Business sebagai unit bisnis Indosat Ooredoo, anggota dari Ooredoo Group, yang fokus untuk menyediakan solusi ICT dan digital kepada korporasi dan pebisnis di Indonesia.Berkomitmen making business simple, Indosat Ooredoo Business ingin memudahkan para pelanggan bisnisnya untuk beroperasi dan bertumbuh melalui solusi ICT digital berbasis infrastruktur telko dan IT seperti konektivitas (connectivity), mobilitas (mobility), IT Services, M2M, Satelit dan solusi managed services lainnya. Indosat Ooredoo Business telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001, ISO 27001, Carrier Ethernet 2.0, dan lainnya serta telah diakui sebagai Best Datacomm provider of the year tahun 2015 dari frost and Sullivan.

Sebagai penyedia layanan komunikasi, Indosat Ooredoo juga mendorong pemanfaatan digital kepada pelanggan korporasinya. Tak hanya dari segi kemudahan yang dirasakan pelanggan, tapi juga menghadirkan “Digital Journey” bagi pelanggan setianya dengan lengkap. Diharapkan dengan solusi yang lengkap ini memudahkan perusahaan di Indonesia untuk bersama – sama menuju persaingan global dalam era ekonomi digital.